Oleh: Andromeda Sucipto (*
Tradisi mudik Lebaran menjadi momentum penting yang menampilkan kapasitas dan kemajuan sistem transportasi serta infrastruktur nasional. Pergerakan jutaan masyarakat menuju kampung halaman setiap tahunnya justru menunjukkan tingginya konektivitas dan mobilitas nasional yang terus diperkuat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah secara konsisten menghadirkan langkah-langkah strategis yang semakin terencana, terpadu, dan berbasis keselamatan. Kesiapan menghadapi mudik Lebaran 2026 mencerminkan kematangan sistem infrastruktur nasional yang kian modern dan adaptif, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar sebagai bagian dari pelayanan publik yang prima.
Dalam konteks ini, peran infrastruktur jalan tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa kesiapan jalur mudik menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menyampaikan bahwa jalur pantura, baik di wilayah barat maupun timur, saat ini ditangani melalui program reservasi jangka panjang. Artinya, penanganan tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan melalui pendekatan sistematis yang berorientasi pada kualitas dan daya tahan jangka panjang. Kebijakan tersebut menunjukkan perubahan paradigma pembangunan infrastruktur, dari yang bersifat reaktif menjadi proaktif dan berkelanjutan.
Meski program jangka panjang terus berjalan, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipatif menjelang puncak arus mudik. Kementerian PU melakukan berbagai upaya teknis, mulai dari penutupan lubang jalan, penanganan titik rawan, hingga penempatan alat berat dan petugas di ruas-ruas strategis jalur mudik nasional. Setiap tahun, melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, pemerintah juga melakukan pembahasan khusus terkait kesiapan infrastruktur, baik pada momen Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen mudik tidak lagi bersifat insidental, melainkan menjadi agenda rutin yang dikelola secara profesional.
Di sisi transportasi darat, Kementerian Perhubungan juga menunjukkan kesiapan yang semakin matang. Pelaksana Tugas Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa program angkutan Lebaran 2026 telah dipersiapkan sejak dini. Salah satu program unggulan yang kembali disiapkan adalah mudik gratis, yang sebelumnya terbukti efektif mengurangi kepadatan kendaraan pribadi dan meningkatkan keselamatan perjalanan.
Program mudik gratis bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi bagian dari strategi manajemen lalu lintas nasional. Dengan memindahkan sebagian pemudik ke moda angkutan massal, beban jalan raya dapat ditekan, risiko kecelakaan berkurang, dan perjalanan menjadi lebih efisien. Selain itu, Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana transportasi melalui inspeksi kendaraan atau rampcheck sebelum dioperasikan. Langkah ini penting untuk memastikan seluruh angkutan umum dalam kondisi laik jalan.
Dari sisi prasarana, terminal sebagai simpul transportasi juga mendapat perhatian khusus. Peningkatan kesiapan terminal menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada jalan raya, tetapi juga pada ekosistem transportasi secara keseluruhan. Terminal yang tertata baik akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta ketertiban arus penumpang selama periode mudik.
Aspek keselamatan juga diperkuat melalui peran Jasa Raharja sebagai BUMN yang memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pengamanan Lebaran 2026 melalui sinergi berkelanjutan dengan kepolisian, pengelola jalan tol, serta instansi terkait. Upaya tersebut menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat tidak hanya dilakukan secara reaktif, tetapi juga melalui sistem yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kehadiran Jasa Raharja dalam ekosistem mudik mencerminkan pentingnya pendekatan perlindungan sosial dalam sistem transportasi. Infrastruktur yang baik harus diiringi dengan jaminan keselamatan dan perlindungan bagi pengguna jalan. Dengan sinergi antarinstansi, proses penanganan korban kecelakaan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan transparan.
Di sisi lain, aspek pengamanan lalu lintas menjadi tanggung jawab kepolisian, khususnya Korps Lalu Lintas. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 merupakan prioritas nasional. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan mudik sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, hingga pengelola jalan tol.
Koordinasi lintas sektor ini diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan dan Operasi Ketupat 2026. Kesiapan infrastruktur, pengamanan, serta manajemen lalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa pengelolaan mudik telah berkembang menjadi operasi nasional yang terstruktur, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Jika dilihat secara menyeluruh, kesiapan menghadapi mudik Lebaran 2026 mencerminkan transformasi sistem infrastruktur Indonesia. Pemerintah tidak hanya membangun jalan dan fasilitas transportasi, tetapi juga memperkuat manajemen, keselamatan, dan perlindungan sosial. Sinergi antara Kementerian PU, Kemenhub, kepolisian, dan Jasa Raharja menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur kini berjalan dalam kerangka sistem yang terintegrasi.
Ke depan, keberhasilan mudik tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dari tingkat keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan masyarakat. Infrastruktur yang matang adalah infrastruktur yang mampu melayani mobilitas besar secara aman, tertib, dan efisien.
Oleh karena itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menyukseskan mudik Lebaran 2026. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, pemanfaatan angkutan umum, serta perencanaan perjalanan yang matang akan sangat membantu menjaga kelancaran arus mudik. Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, mudik Lebaran tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum menunjukkan kemajuan sistem infrastruktur nasional yang semakin andal dan berkelas.
(* Penulis merupakan Pengamat Infrastruktur dan Perhubungan
