Digitalisasi Percepat Wujudkan Pendidikan Bermutu hingga Wilayah 3T

Jakarta- Upaya percepatan digitalisasi pendidikan terus diperkuat pemerintah sebagai strategi menghadirkan layanan pembelajaran yang berkualitas dan merata hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Komitmen tersebut tercermin dalam langkah Pemerintah yang secara resmi melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden. Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan Prabowo Subianto yang menempatkan digitalisasi pendidikan sebagai solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan akses sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran nasional.

Dalam keterangannya, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang tidak terelakkan di tengah pesatnya perkembangan zaman. “Perkembangan teknologi sangat cepat. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memberikan dampak nyata. “Pemanfaatan teknologi harus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru. Gunakan secara bijak dan bertanggung jawab, serta terus kembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga inovator,” tambahnya.

Program Pejuang Digital yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah 3T. Sebanyak 150 alumni akan ditempatkan di berbagai daerah seperti Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke untuk mendampingi guru dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran. Salah satu peserta, Theresia Rutisu, menyampaikan komitmennya untuk mengabdi di daerah asalnya. “Saya menekankan kata pengabdian. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, transformasi digital juga didorong di tingkat pendidikan tinggi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menginstruksikan perguruan tinggi untuk mempercepat digitalisasi dalam seluruh aspek akademik dan administratif. Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien dan adaptif. “Kita juga meminta tugas-tugas itu sebisa mungkin digital sehingga, misalnya, tugas akhir yang dulu harus cetak lima itu bisa dikurangi,” jelasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan para talenta muda, digitalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membentuk budaya belajar yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.

More From Author

Program Digitalisasi Dipercepat demi Pendidikan Bermutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *