Digitalisasi Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa

JAKARTA – Digitalisasi koperasi desa mulai membuka babak baru penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Kehadiran 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru berbasis teknologi digital di berbagai daerah.

Pemerintah menilai pembangunan infrastruktur digital nasional yang semakin merata harus diikuti dengan peningkatan kemampuan koperasi dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing di era ekonomi modern.

Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Farida Dewi Maharani mengatakan transformasi digital menjadi langkah strategis untuk memperkuat koperasi desa sekaligus memperluas akses ekonomi masyarakat.

“Transformasi digital harus mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, memiliki akses pasar lebih luas, dan meningkatkan daya saing,” ujar Farida.

Menurut Farida, tantangan terbesar saat ini bukan lagi persoalan jaringan internet, melainkan bagaimana koperasi dan UMKM dapat memanfaatkan teknologi secara optimal. Ia menyebut dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke dalam ekosistem digital.

Karena itu, Kemkomdigi terus memperkuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah. Saat ini jaringan 4G telah menjangkau hampir seluruh populasi Indonesia, sementara layanan 5G mulai hadir di sejumlah pusat ekonomi dan kawasan perkotaan.

“Penguatan infrastruktur ini kami arahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing daerah,” katanya.

Farida menilai desa memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung konektivitas internet dan literasi digital yang memadai. Akses digital dinilai mampu membantu koperasi memperluas pemasaran produk, meningkatkan efisiensi usaha, hingga memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai memperkuat modernisasi tata kelola koperasi melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi mengatakan seluruh KDKMP kini mulai menggunakan sistem tersebut sejak diluncurkan pada Juli 2025.

“Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang modern, Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota,” ujar Riza.

Penguatan digital juga mulai diintensifkan di daerah. Dinas Koperasi dan UKM Bali mencatat dari 716 Koperasi Desa Merah Putih yang terbentuk di Bali, sebanyak 169 desa telah aktif beroperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan utama agar koperasi mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Belum semua UMKM dan koperasi familiar terkait kemajuan teknologi informasi, sedangkan sekarang sudah tidak mungkin kita tidak memakai kemajuan teknologi informasi itu, dari laporan keuangan, operasional sehari-hari, hingga akses pemasaran perlu digitalisasi,” ujarnya.

Melalui sinergi pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha, digitalisasi Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
(*/rls)

More From Author

Koperasi Merah Putih Didorong Go Digital demi Tata Kelola Lebih Transparan

Digitalisasi Koperasi dan Perluasan Akses Pasar Desa  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *