JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional terus menguat di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.
Namun demikian, Indonesia dinilai tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui fundamental yang kuat, koordinasi kebijakan yang solid, serta berbagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.
“Ekonomi Indonesia tahan banting di tengah gejolak global. Fundamental ekonomi kita tetap kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tekanan yang datang dari luar,” ujarnya.
Purbaya juga menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global.
Ia juga menilai kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tetap tinggi, tercermin dari stabilitas sistem keuangan dan terjaganya prospek pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai inflasi yang terkendali pada semester II menjadi momentum penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
“Inflasi yang mereda pada semester II menjadi momentum yang baik untuk menjaga keseimbangan ekonomi. Kondisi ini memberikan ruang bagi kebijakan yang lebih terukur sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh secara sehat,” katanya.
Fakhrul menambahkan bahwa inflasi yang rendah akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi investasi. Dengan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan iklim usaha yang kondusif, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjadi faktor penting dalam mempertahankan optimisme pelaku usaha dan investor.
Sementara itu, pakar ekonomi Surya Vandiantara menilai berbagai indikator menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih berada pada tren yang positif. Ia menyebut konsumsi domestik yang tetap kuat, aktivitas industri yang membaik, serta investasi yang terus tumbuh sebagai bukti bahwa fundamental ekonomi nasional masih kokoh.
“Kinerja ekonomi Indonesia tetap menguat berdasarkan sejumlah indikator utama. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global,” pungkasnya.
