Pemerintah Bangun Lima Kawasan Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya mewujudkan kemandirian sektor peternakan sebagai bagian dari strategi memperkokoh ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis, khususnya ayam, telur, dan susu bagi masyarakat.

Program tersebut diarahkan untuk membangun industri peternakan yang lebih kuat dan terintegrasi, mulai dari penyediaan pakan, bibit, proses budidaya, hingga pengolahan hasil peternakan. Dengan ekosistem yang terhubung, pemerintah berharap produksi dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi industri peternakan nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi pada tahap awal akan dilakukan di lima wilayah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri peternakan dalam negeri dan mendorong kemandirian pangan.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk pengembangan ekosistem peternakan di berbagai daerah. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendukung, termasuk kemungkinan pembangunan lima pabrik pakan dan fasilitas Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari.

“kemungkinan 5 pabrik pakan, DOC dan seterusnya. Bisa rampung tahun depan. Insyaallah, ke-5 itu diresmikan pada tahun depan,” ujar Amran.

Lima wilayah yang menjadi tahap awal pembangunan ekosistem tersebut adalah Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo. Khusus untuk pembangunan di lima kawasan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 triliun.

“Anggarannya sudah turun, Pak Presiden sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” katanya.

Pembangunan lima kawasan tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan industri peternakan yang lebih terintegrasi di tingkat nasional. Kehadiran fasilitas produksi dan pengolahan yang saling terhubung juga dapat memperkuat rantai pasok serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Amran mengatakan pembangunan di lima daerah tersebut akan dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2027. Pemerintah tengah menyelesaikan proses administrasi serta memastikan dukungan anggaran sehingga pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan.

More From Author

Ketahanan Pangan Diperkuat lewat Pembangunan Peternakan Hulu ke Hilir

Kawasan Peternakan Terintegrasi Menjadi Fondasi Baru Kemandirian Pangan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *