Pemerintah Dorong Transmigrasi Patriot Jadi Laboratorium Riset Terapan Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, Kementerian Transmigrasi mengirim sebanyak 1.476 patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah untuk melaksanakan riset, kajian, serta pendampingan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan dan pengembangan potensi daerah.

Program TEP 2026 melibatkan 10 perguruan tinggi mitra utama, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari mengatakan para patriot muda direkrut dari 10 perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan akademik dan inovasi.

“Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi telah merekrut dan mengirim 1.476 patriot muda dari Tim Ekspedisi Patriot ke 53 kawasan transmigrasi untuk melaksanakan riset, kajian, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Qodari.

Menurut Qodari, program tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga diarahkan untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata.

“Program ini diharapkan mampu menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan nyata untuk perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan yang didampingi akademisi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa 53 lokasi penugasan TEP 2026 merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi prioritas pemerintah yang sebelumnya telah dikunjungi dan dipetakan melalui pelaksanaan TEP 2025.

Ia menegaskan, terdapat pengembangan signifikan pada pelaksanaan program tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan lebih difokuskan pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, maka pada TEP 2026 para patriot muda juga ditugaskan untuk merealisasikan berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang membedakan tahun lalu dengan tahun ini adalah tidak hanya riset dan pemetaan potensi ekonomi, tetapi mereka juga melakukan aksi nyata,” ujar Iftitah.

Selain melakukan pendampingan kepada masyarakat, sebagian tim juga menyusun studi kelayakan (feasibility study) dan dokumen proyek yang siap ditawarkan kepada calon investor. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong investasi sekaligus mempercepat pengembangan kegiatan usaha di kawasan transmigrasi.

Melalui Program Tim Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah berharap sinergi bersama perguruan tinggi, dan masyarakat dapat memperkuat peran kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan nasional yang melahirkan inovasi dan solusi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus mendorong berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

More From Author

Transmigrasi Patriot Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan dan Kebutuhan Masyarakat

Transmigrasi Patriot Menjadi Bukti Kolaborasi Negara, Kampus, dan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *